06/10/13

apakah ini takdir?

aku dengan pakaianku yang kumal. kalian dengan hiasan berlian dan pakaian yang mahal. aku duduk terperangah ketika melihat gaya hidup kalian. apakah aku pantas disebut si kampung? sepertinya, memang pantas si kampung ini menjadi julukanku.

kalian dengan mudahnya mengeluarkan puluhan lembar merah berlukiskan pahlawan Bung Karno dan Bung Hatta. aku lantas melihat isi dompetku yang hanya berisi receh cepe, dua ratus dan gopean, dengan lembar cebanan dua. apakah setinggi itu perbedaan kita? padahal kami sama - sama makan nasi, hanya berbeda lauknya.

ketika aku menerobos panas, polusi dan keterbatasanku untuk mencari materi, mereka berada di ruang ber-AC dengan berbagai makanan yang sedap dipandang mata, minuman segar harga kelas atas, dan tertawa - tertawa centil layaknya penguasa hidup. tembok kedudukan itu jelas terlihat saat ini, saat aku berada di antara mereka.

aku melihat ke dalam khayalku. aku teringat pedagang - pedagang kopi keliling yang aku jumpai di Kota Tua. ketika aku KKL di sebuah media online, aku beberapa kali meliput ke Kota Tua dan akhirnya aku kenal dengan seorang ibu penjual kopi keliling yang akrab dipanggil Mama. Secara penampilan, ia kumal dan bicaranya pun semaunya saja, jauh berbeda dengan ibu -  ibu yang dipenuhi harta ini.

Mama dan ibu - ibu ini sama - sama tertawa riang saat aku temui. Mama tertawa dalam kesederhanaannya, ibu - ibu ini tertawa dalam kemewahannya. 

aku pun membayangkan, bagaimana jika suatu saat harta benda yang dimiliki oleh kaum sosialita ini habis? apakah mereka akan menerima untuk hidup dalam kesederhanaan? atau adegan - adegan opera sabun itu benar adanya dalam kehidupan mereka? harta hilang dan mereka stress hingga akhirnya merasa malu bahkan sampai bunuh diri? ah, ngeri sekali jika terjadi seperti itu.

aku menuliskan ini bukan karena aku membenci kaum sosialita. aku kerap kali berpikir hidup ini sungguh tidak adil. ketika ada mereka yang menghamburkan uang dengan mudahnya, di tempat lain dengan waktu yang sama ada mereka yang mencari uang dengan susahnya. apakah ini keseimbangan hidup?

kenapa ada si kaya dan si miskin? apakah ini takdir?

26/08/13

bisu

sudah tak terekspresikan, lebih lagi sudah tak terucap..
luapan emosi hanya sekedar rasa..
bisu.

25/08/13

tanyaku

maya, tidak nyata, ilusi..mungkin.
bukan juga mengisi, hanyalah kosong.
mungkinkah?

06/08/13

Imajinasi 1826 Hari Nanti

Di waktu yang menunjukkan pukul 23.50 WIB, aku terpikir akan jadi apakah aku lima tahun ke depan? apa yang sudah kulakukan dalam waktu lima tahun itu? Dinginnya malam membawaku bersatu dengan dunia imajinasiku tentang kehidupan lima tahun mendatang. malam, selalu membuatku berimajinasi lebih tinggi dari biasanya.

lima tahun, terdengar waktu yang lama tapi sebenarnya hanya sebentar dari aku menuliskan bayanganku ini. sama seperti aku menginjakkan kakiku di Lenteng Agung, ternyata sekarang sudah tahun keempat aku di sana. aku tidak merasa itu adalah waktu yang lama, walau sebenarnya sudah memakan 1461 hari dalam hidupku. ya, tak terasa begitu cepat waktu berjalan dan tak terasa pula aku membuang waktuku ketika hari - hari itu kulewati. dan, penyesalan yang selalu datang terlambat yang sedang kurasakan, aku akan menambahkan lagi 365 hari untuk hidupku di sana agar cepat keluar ijasahku.

baiklah, kembali ke topik, lima tahun lagi apa yang terjadi pada hidupku? sudahkah aku mencapai apa yang dikatakan sukses? aku harap tidak ada yang sia - sia dengan apa yang kupelajari selama ini. tapi, sukses yang seperti apakah yang akan kualami nanti? apakah aku akan bahagia dengan suksesku nanti? entahlah, tidak ada yang tahu bahkan diriku sekalipun, karena ini hanya imajinasiku semata.

lima tahun nanti, apakah aku sudah menjadi istri seorang belahan jiwaku? sudahkah aku mengucap janji sehidup semati dengan seseorang yang akan menjadi suamiku? atau jangan - jangan aku sudah mempunyai seorang anak? membayangkan ini membuatku senyum - senyum sendiri. entahlah, perasaan ini seperti lucu saja melintas di kepalaku. aku jadi ingin tahu, seperti apa bentuk tubuhku nanti, seperti apa suamiku nanti, bahkan mirip siapakah anakku nanti?

atau jangan - jangan, lima tahun nanti aku sudah mengelilingi sebagian wilayah negara kepulauan ini? ini sungguh menyenangkan, ketika aku sudah menikmati indahnya pesona alam negeriku dan bisa menceritakan serta memamerkannya pada keluargaku. atau aku hanya akan diam di kota tempat aku bekerja nantinya? jangan, jangan sampai aku tidak bisa menikmati keindahan alam yang Tuhan berikan untuk negaraku. aku akan mengusahakan lima tahun nanti sudah banyak tempat yang kutaruh jejak - jejak kakiku untuk aku berkisah dengan mereka.

apakah lima tahun nanti aku sudah menemukan jiwaku dalam berkarir? ya, pekerjaan yang aku impikan, bukan hanya terpaku oleh uang. masa depanku, impianku. atau aku hanya menjadi seorang pekerja yang tidak menikmatinya? tidak, jangan sampai ini terjadi.

kondisi iklim yang sudah berubah - ubah, keadaan alam yang seringkali marah dan pemanasan global, apakah lima tahun lagi aku masih harus mengeluhkannya? atau lima tahun lagi sudah ada kesadaran dari kita manusia untuk menjaga lingkungan sekitar kita? aku sangat berharap lima tahun lagi, aku masih bisa melihat taman kota dan pepohonan tumbuh, bukan gedung - gedung bertingkat.

dan, apakah lima tahun lagi, aku masih dapat merasakan kehidupan ini?

khayalanku tampaknya buruk sekali kali ini. di setiap hal yang membuatku berbinar - binar, si kelam ini kenapa mengekori binarku. mimpi indahku, lima tahun ini harus sudah sebagian terwujud. bukan obsesi, namun aku hanya ingin membuat diriku sendiri bangga dan juga orang - orang di duniaku. semoga saja bukan menjadi aku si omong kosong.

01/08/13

Kami Para Komentator Sok Tahu

Malam minggu (27 Juli 2013), aku, Yafet dan Parul (Fahrul, itu nama aslinya namun kebiasaan orang Indonesia bukan mengubah F menjadi P hehehe) memutuskan untuk melanjutkan nongkrong di sebuah tempat makan lesehan di daerah Pasar Minggu. Awalnya kami nongkrong di Kampus Tercinta setelah menikmati buka bersama UKM yang kami ikuti. Namun, perut ini tidak cukup kenyang setelah menyantap makanan yang disajikan oleh angkatan baru UKM kami. Sekitar pukul 11 malam, melangkahlah kami ke Pasar Minggu.

Aku senang berbincang dan menyampaikan segala ide dan imajinasi serta kesotoyanku pada mereka berdua. Kami berbincang dari A sampai Z bahkan bisa melebihi Z ketika kami sudah mulai berkomentar tentang hal – hal yang ada di sekitar kami. Kami hanyalah komentator amatiran yang melihat segala sesuatunya dari kejadian sehari – hari. Kami bukan pengamat politik, budaya, pendidikan dan segala macamnya, sekali lagi kami hanyalah komentator amatiran yang doyan bicara dan senang menyampaikan segala macam ide di benak kami.

Pada mulanya kami membicarakan FPI yang menjadi trending topic saat itu. Ya, kami bertiga menentang aksi FPI selama ini. FPI itu ibarat bom meledak di tengah – tengah isu yang tengah beredar di masyarakat, ya untuk pengalihan isu seperti yang sudah – sudah. Menurut kami, mereka adalah settingan pemerintah saja, bahkan, mungkin saja mereka juga sebenarnya adalah settingan dari bapak kepala negara sendiri. Itu sih menurut kami dari apa yang kami tonton. Masa iya, FPI dengan lantangnya berani menghina pakpres dan pakpres diam saja?

Bosan kami dengan pemerintahan, dengan perpolitikan bukan berarti kami apatis, namun hanya melihat realita yang ada saja, mereka semakin besar dan semakin menjadi pemegang kekuasaan walaupun sudah tercoreng namanya. Contoh saja Anas, ketika ia menjadi terduga korupsi Hambalang, ia layaknya artis yang mengendalikan media. Ya, semua media terpaku akan berita tentang Anas, dan Anas dengan mudah mempermainkan media untuk mengangkat namanya. Bahkan, koruptor – koruptor di negara kita masih bisa mengumbar senyum ketika mereka diliput oleh media. Ya, mereka seolah bangga menjadi koruptor. Mereka layaknya artis papan atas dan kami semua yang menonton dan membaca berita tentang mereka adalah para fans yang dibodoh – bodohi oleh permainan mereka.

Cukup, cukup. Kami melanjutkan perbincangan ini ke dunia olahraga yaitu bola. Kebetulan, Yafet ini bekerja di salah satu stasiun televisi dan memegang program olahraga. Aku sih tidak mengerti tentang bola, tapi aku senang mendengarkan perbincangan kedua temanku yang menyukai bola ini. Lagi – lagi ini berhubungan dengan uang. Banyak iklan berlomba – lomba untuk tayang dalam acara bola. Bahkan untuk hadir di tengah – tengah pertandingan dengan durasi sekitar 10 detik saja bisa dengan bayaran puluhan bahkan ratusan juta. Aku tercengang mendengarnya. Ini sih gila namanya, menurutku.

Perbincangan beralih, kali ini tentang wadah anak. Masih ingat dengan Idola Cilik? Hmm..menurutku tidak pantas acara itu disebut dengan Idola Cilik. Acara itu hanya memaksa anak kecil menjadi dewasa dengan menyanyikan lagu – lagu orang dewasa. Ketika dinamakan Idola Cilik bukankah kontestan cilik harusnya menyanyikan lagu yang sesuai dengan umur mereka? Kok ini dikasih lagu orang – orang dewasa? Di mana sisi ciliknya? Aku salut dengan vokalis Padi yang menciptakan lagu anak – anak saat ini. Aku sempat menonton ketika ia diwawancarai oleh salah satu program infotainment, ia memutuskan untuk menciptakan lagu anak – anak karena ia juga mempunyai anak dan ia tidak mau anaknya mendnegarkan lagu yang bukan untuk umuran mereka. Waaaahhh saluuuttt!!!

Lalu, kami melanjutkan ke gadget. Semakin lama gadget semakin canggih dengan segala macam aplikasinya. Semakin menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh. Namun, mungkin ini bagaimana sikap dari si pengguna gadgetnya saja. Aku pengguna jasa kereta api dan lucu sekali ketika melihat satu gerbong handphone yang mereka gunakan hampir seragam dan sibuk dengan handphonenya masing – masing. Dulu, aku masih menjumpai ramainya pembaca koran di gerbong dan aku suka curi – curi baca koran yang ada di sebelahku. Namun, entah dengan sekarang. Aku jarang melihatnya, mungkinkah karena mayoritas sudah beralih ke online?

Lanjutlah ke lingkungan, aku merasa sangat kesal ketika melihat daerah rumahku membangun lagi tiga suoermarket besar dan pembangunan jalan secara serempak. Aku kesal karena di daerah rumahku hampir tidak kutemui lahan hijau. Macet semakin menjadi dan panas yang luar biasa. Bukankah pemanasan global sudah semakin membahayakan saat ini? Namun kenapa kaum borjuis itu seperti tidak peduli dengan lingkungan yang ada saat ini? Bukankah nantinya anak cucu mereka juga akan merasakan dampak dari perbuatan mereka sendiri? Mereka memang memberikan lapangan pekerjaan bagi sejumlah masyarakat, tapi tetap saja mereka juga menghancurkan bumi yang sudah semakin tidak terkendali keadaan alam dan iklimnya saat ini.

Semakin ke sini perubahan jaman semakin terlihat. Bagus sih sebenarnya, karena kita masih mengikuti perkembangan dunia. Namun, aku merasa kita semakin tidak peduli dengan yang lainnya. Menurutku, hanya menjadi kaum yang mementingkan keuntungan semata.


Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 WIB dan mengharuskan kami menghentikan obrolan – obrolan sotoy tentang negara yang kami tinggali ini. Menjadi komentator itu sungguh menyenangkan, namun tetap pada akhirnya komentar - komentar itu yang akan  membuat kami menentukan pilihan bagaimana caranya menjadi sebuah lilin untuk membantu negara ini agar tidak menjadi semakin buruk dengan cara kami masing – masing tentunya.

26/07/13

mimpi

setiap manusia pasti memiliki mimpi. mimpi juga bisa menjadi sebuah motivasi hidup seseorang ketika ia berada dalam titik terbawah hidupnya. dengan bermimpi, kurasa seseorang itu dapat merasakan bahagianya hidup di dunia.

aku masih bagian dari dunia ini yang tidak bisa berhenti untuk bermimpi. bahkan mimpi - mimpiku bisa bertambah setiap harinya. entah apa aku ini, mungkin aku sesosok yang haus akan mimpi. tapi entah kenapa, aku merasakan kebebasan ketika mulai bermimpi tentang apa saja yang ingin aku gapai. 

aku mempunyai mimpi untuk berkeliling Indonesia dari kota sampai pelosok - pelosok terdalam. tentu saja, siapa yang tidak ingin mengelilingi negara kepulauan ini. banyak sekali yang bisa dinikmati, selain alamnya yang indah, tentu saja unsur - unsur budaya yang beraneka ragam menjadi salah satu yang ingin kunikmati dan aku pamerkan pada semua orang. kalau begitu, just do it! ya, nanti ketika aku sudah merasa cukup siap untuk berkeliling di negaraku.

jika sudah mengelilingi Indonesia, apalagi yang akan aku lakukan? aku ingin mempunyai sebuah panti asuhan dengan nama "Bhineka Tunggal Ika". kenapa aku menamakannya itu? karena menurutku tidak adil ketika sebuah panti asuhan hanya mengutamakan satu agama atau suku tertentu. mereka yang di dalam adalah mereka yang senasib, kenapa tidak kita biarkan saja mereka bersatu dalam tali persaudaraan tanpa harus pendiskriminasian berdasarkan agama atau suku. tentu saja, aku akan menyiapkan tempat ibadah bagi masing - masing mereka yang menganut agama wajib di Indonesia. kasih sayang itu tidak harus terpaku pada sebuah agama, menurutku. tapi ini akan kulakukan ketika aku mempunyai dana yang lumayan besar.

oke, mimpiku berikutnya, aku ingin mempunyai mobil jeep dan melakukan offroad (hahaha). dari aku kecil, mobil jeep selalu menarik perhatianku dan petualangan semacam offroad yang sering kulihat di televisi menjadi salah satu petualangan yang sangat aku dambakan. mungkin, jeep ini akan kuperlakukan layaknya seorang kekasih yang aku dambakan :p .

Coldplay, sungguh amat sangat sungguh, aku ingin menonton coldplay secara live dan berfoto bareng dengan mereka. band besar ini memang sangat menarik untuk didengarkan lagu - lagunya. dan mereka itu sangat sangat sangat kewreeeeeennn!!!!!!

menjadi seorang wartawati sekaligus fotografer untuk majalah traveling semacam atau boleh juga kalau national geographic mau menerima saya menjadi bagian di dalamnya (buahahak ini memang keinginan yang amat sangat diminati).

dan, memiliki hidup di Jogja dengan keluarga kecilku nantinya, entah kapan tapi semoga saja ini menjadi sebuah keinginan yang tidak muluk. yah di manapun, keluar dari jakarta yang kurasakan sudah suntuk aku di dalamnya. Hijrah, ke mana pun dengan tujuan yang sama :)

masih banyak sekali mimpiku yang lainnya, mimpi yang tanpa batas. mimpi yang membuatku merasa beruntung hidup di dunia, dan mimpi yang akan kugapai (amin) yesyesyes.

24/07/13

hidup = uangkah?

"sekarang harus hemat. apa - apa mahal dan pakai uang,"ujar ibuku satu ketika saat aku akan beranjak pergi untuk berkumpul dengan teman - temanku. rasanya ketika ingin pergi mendapat petuah seperti itu, ingin mengurungkan niatku untuk pergi namun tidak enak dengan teman - temanku.

di perjalanan aku hanya berpikir, ya sekarang apa - apa mahal. semua memerlukan uang. Jika ada yang bertanya apa yang kubutuhkan saat ini, jawabanku hanya satu kata, "uang". aku bukan matrealistis namun aku juga tidak munafik kalau aku hidup memerlukan uang. kupikir, bukan hanya aku yang memerlukan uang, namun semua manusia di bumi sepertinya butuh itu.

dulu, aku sangat membenci perkataan bahagia karena ada uang. bagiku, uang bukan merupakan bagian terpenting dalam hidup. itu pendapatku ketika aku masih menggunakan seragam. tentu saja aku berpikir begitu, karena aku masih mendapatkan hakku dari kedua orang tuaku. namun, sekarang rasanya sulit untuk berpikir seperti dulu lagi.

saat aku duduk di kereta ekonomi, aku sering mendengar celetukan - celetukan pedagang di kereta. "mau kencing aja sekarang bayar," celetuk pedagang - pedagang itu sambil bercanda - canda. mereka benar, hanya ingin mengeluarkan air seni saja kita harus membayar. dulu, masih bayar sekitar gope atau paling mahal seribu di toilet umum. sekarang, harga buang air kecil di toilet umum sudah mencapai dua ribu. dua ribu itu bisa mendapatkan dua bungkus kopi sachetan, aqua gelas 4, cemilan - cemilan kecil (alah, jajan terus saya ini).

apakah uang itu merupakan alat untuk membuat manusia bahagia? sedih sekali kalau memang iya. karena yang kurasakan, uang memberi kenikmatan namun juga bisa membuat kehancuran bagi manusia. ya, manusia bisa saling membunuh hanya demi uang yang tidak banyak (kerap kali aku membaca berita kriminal). apakah uang itu sungguh membutakan mata dan hati? kalau begitu, untuk apa ada uang? kenapa tidak kita kembali ke jaman "barter" diberlakukan. namun, kita juga harus memiliki barang - barang yang banyak dan menguntungkan untuk barter. jadi intinya, HARTA.

tanpa uang mungkin kita tidak bisa makan. ya, beli beras perlu uang, beli sayuran perlu uang, beli bahan - bahan pokok memerlukan uang. belum lagi saat ini, harga bahan pokok melonjak tinggi, semakin menyulitkan masyarakat, termasuk menyulitkan ibuku yang seorang ibu rumah tangga. semakin pusing saja aku memikirkan satu kata itu.

ketika bekerja, salah satu yang menjadi perhitungan adalah gaji. kalau gaji tidak sesuai, maka pekerjaan itu akan ditolak. kalau gaji sesuai, namun membuat sesorang bekerja terus untuk mendapatkan harga yang pantas. seakan hidup = kerja = uang yang banyak. kerja yang dikendalikan oleh uang. kalau begitu, manusia memang tidak akan terlepas dari uang, bukan? uang ini betul - betul bisa membuat manusia menjadi gila, kurasa. bahkan, uang juga bisa menghilangkan mimpi - mimpi sebagian kecil manusia yang ada di bumi ini.

salah satu yang kubenci dari uang adalah, ia seakan bisa mengendalikan hidupku. ya, banyak mungkin yang berpendapat sama, uang bisa menjadi bos dalam hidup seseorang. uang bisa merenggut hobiku untuk jalan - jalan. tanpa punya uang, aku tidak bisa melakukan hobiku itu kecuali kalau aku mendapatkan rejeki jalan - jalan gratis, namun tetap saja untuk printilan - printilan lainnya, aku perlu uang.

seperti saat ini, aku bingung dan memerlukan tempat baru untuk refreshing namun, aku tidak memegang uang, otomatis aku tidak bisa berangkat ke tempat tujuanku. sekali lagi, ini karena uang. apa sih uang ini sebenarnya? mengapa ia sangat berpengaruh bagi hidup dan kebebasan manusia? pasti ia sedang tertawa - tawa saat ini karena menjadi bagian penting dalam kehidupan makhluk hidup dan bisa menyusahkan sebagian manusia yang sedang krisis ekonominya. 

aku membenci uang, namun uang juga sangat aku butuhkan.

21/07/13

waktu, masih setia

ternyata waktu masih ingin aku dan kamu bersama. kamu, entah apa yang terjadi, kamu memperhatikanku lebih dari sebelumnya. kamu, seolah menyesali apa yang sudah kamu lakukan ketika itu. kamu, menjadi lebih baik untuk saat ini. dan, jujur, aku menyukai itu.

aku hanya masih sulit menghapuskan perkataanmu yang sampai saat ini masih terekam di otakku. kata - kata ternyata memang lebih tajam dari pisau. aku sedang berusaha menghapusnya, menghapus sebuah kalimat yang bisa membatasi langkahku untuk terus menaruh rasa pada dirimu.

tapi, tidak. aku akan melanjutkan hubungan ini, denganmu. aku hanya tidak ingin menjadi seseorang yang cepat berlalu untuk menyerah pada sebuah hubungan yang memang kuyakini bisa kubawa melangkah lebih jauh lagi. sampai nanti, saat aku dan kamu memang bersama untuk memutuskan mengakhiri yang tengah kita jalani.

17/07/13

ketika pahit merupakan kenyataan

waktu mempertemukan kami dan waktu juga yang mungkin akan memisahkan kami. aku mencoba menelaah apa yang terjadi pada hubungan ini. aku mencoba berusaha menjadi yang terbaik dalam hubungan ini walaupun tidak sempurna pada ujungnya. aku hanya mencoba untuk tidak mengecewakan keadaan yang sudah berada dalam sebuah lingkar hitam kekecewaan.

tampak seperti aku mengeluhkan keadaan  yang itu - itu saja. ya, aku memang mengeluh, aku marah dan aku merasa kesal sekali walau seharusnya aku tidak boleh begitu. namun, bukankah manusia diciptakan dengan segala peran emosi dan perasaan? apakah sebuah kesalahan ketika aku merasakan dan emosiku bermain di dalamnya? sepertinya klasik untuk sebuah kalimat "ya, namanya juga manusia". tidak, aku tidak akan mengucapkan kalimat klasik itu.

lalu, apa yang terjadi ketika emosi itu mengambil peran dalam hubungan ini? ya, aku memaki, aku marah dan aku menangis pada akhirnya. bagaimana? tidak mungkin aku tidak menangis ketika sebuah ucapan dapat menyayat sebuah perasaan.aku mencoba untuk menutup pintu air mata itu keluar namun tidak bisa, dorongan air mata itu lebih kuat untuk menerobos bendungan yang sudah kubuat. menangis namun tidak dapat aku berteriak seperti di film - film drama romantis yang biasa diputar di televisi. aku hanya menenggelamkan wajahku dalam air mata yang terus mengalir hingga akhirnya berhenti dengan sendirinya.

aku hanya memerlukan waktu untuk kita berdua saling berbagi dan keluar dari sebuah petak yang seakan menyempitkan ruangku untuk bernafas. apakah tidak bisa pergi sejenak dan berbagi di luar sana? tidak jauh kok, mungkin hanya beberapa kilometer dan beberapa jam saja kita keluar. tapi ternyata keinginanku itu berat untukmu. ya, mungkin terlalu berat karena ternyata tidak ada aku di matamu. 

kamu melontarkan sebuah pernyataan yang cukup membuatku membuka mata dan tersadar akan arti hadirku selama ini. aku tidak cukup menggetarkan hatimu untuk menoleh ke arahku dan mengakui keberadaanku. sebuah pernyataan yang membuatku seperti berada dalam kisah drama yang memiliki alur sedih di tengahnya lalu melarikan diri dan BAMM ternyata pernyataan itu palsu. sebenarnya itu harapanku, pernyataan itu palsu, namun nampaknya kali ini aku harus membuyarkan khayalanku akan sebuah film drama. ya, ini realita sebuah perasaan dan pengakuan dari seorang pria yang berada dekat namun seakan jauh.

ketika aku membaca ulang pernyataan itu, ada seperti tusukan yang menggores di dadaku. ini sungguh terjadi, aku merasakan itu. aku sungguh tidak tahu apa yang harus aku lakukan berikutnya? ketika aku ingin melarikan diri, aku tidak bisa, masih ada tanggung jawab yang harus kuselesaikan. aku hanya ingin semua kembali normal tapi pernyataan itu seperti membuatku skakmat pada suatu keadaan yang tidak bisa kurubah. ya aku seperti pion catur yang siap untuk ditendang keluar dari kerajaannya.

yang ada di benakku hanyalah apa arti selama ini? seperti mendapatkan sebuah lemparan granat dan BUUMM hancur semuanya. hancur semua mimpi yang tengah kurangkai untuk masa depan "kami".
new blog mungkin, walaupun gue nggak ngerti deh knapa blog gue jadi ada dua begini? ya sudahlah dinikmati saja kedua blog gue. 

Kotak Mimpi itu merupakan nama blog gue sekarang. mempunyai mimpi yang bisa ditulis itu merupakan hal menyenangkan. tapi kotak mimpi ini bukan hanya sekedar mimpi - mimpi gue yang belum terealisasikan tapi juga merupakan kisah bahagia, sedih, kecewa, luka dan banyak rasa lainnya yang akan gue tumpahkan di kotak mimpi ini. 

ketika gue tidak bisa menceritakan mimpi gue pada orang - orang di sekeliling gue, di sinilah gue akan menumpahkan semua rasa dan asa hingga menjadi kotak yang penuh sampai gue menemukan gembok dan kunci untuk menutupnya (alah apa sih ini).

sudah lama gak nulis blog, gak cerita, gak berpuisi aaaaaakkk lama sekali aslih :p