24/07/13

hidup = uangkah?

"sekarang harus hemat. apa - apa mahal dan pakai uang,"ujar ibuku satu ketika saat aku akan beranjak pergi untuk berkumpul dengan teman - temanku. rasanya ketika ingin pergi mendapat petuah seperti itu, ingin mengurungkan niatku untuk pergi namun tidak enak dengan teman - temanku.

di perjalanan aku hanya berpikir, ya sekarang apa - apa mahal. semua memerlukan uang. Jika ada yang bertanya apa yang kubutuhkan saat ini, jawabanku hanya satu kata, "uang". aku bukan matrealistis namun aku juga tidak munafik kalau aku hidup memerlukan uang. kupikir, bukan hanya aku yang memerlukan uang, namun semua manusia di bumi sepertinya butuh itu.

dulu, aku sangat membenci perkataan bahagia karena ada uang. bagiku, uang bukan merupakan bagian terpenting dalam hidup. itu pendapatku ketika aku masih menggunakan seragam. tentu saja aku berpikir begitu, karena aku masih mendapatkan hakku dari kedua orang tuaku. namun, sekarang rasanya sulit untuk berpikir seperti dulu lagi.

saat aku duduk di kereta ekonomi, aku sering mendengar celetukan - celetukan pedagang di kereta. "mau kencing aja sekarang bayar," celetuk pedagang - pedagang itu sambil bercanda - canda. mereka benar, hanya ingin mengeluarkan air seni saja kita harus membayar. dulu, masih bayar sekitar gope atau paling mahal seribu di toilet umum. sekarang, harga buang air kecil di toilet umum sudah mencapai dua ribu. dua ribu itu bisa mendapatkan dua bungkus kopi sachetan, aqua gelas 4, cemilan - cemilan kecil (alah, jajan terus saya ini).

apakah uang itu merupakan alat untuk membuat manusia bahagia? sedih sekali kalau memang iya. karena yang kurasakan, uang memberi kenikmatan namun juga bisa membuat kehancuran bagi manusia. ya, manusia bisa saling membunuh hanya demi uang yang tidak banyak (kerap kali aku membaca berita kriminal). apakah uang itu sungguh membutakan mata dan hati? kalau begitu, untuk apa ada uang? kenapa tidak kita kembali ke jaman "barter" diberlakukan. namun, kita juga harus memiliki barang - barang yang banyak dan menguntungkan untuk barter. jadi intinya, HARTA.

tanpa uang mungkin kita tidak bisa makan. ya, beli beras perlu uang, beli sayuran perlu uang, beli bahan - bahan pokok memerlukan uang. belum lagi saat ini, harga bahan pokok melonjak tinggi, semakin menyulitkan masyarakat, termasuk menyulitkan ibuku yang seorang ibu rumah tangga. semakin pusing saja aku memikirkan satu kata itu.

ketika bekerja, salah satu yang menjadi perhitungan adalah gaji. kalau gaji tidak sesuai, maka pekerjaan itu akan ditolak. kalau gaji sesuai, namun membuat sesorang bekerja terus untuk mendapatkan harga yang pantas. seakan hidup = kerja = uang yang banyak. kerja yang dikendalikan oleh uang. kalau begitu, manusia memang tidak akan terlepas dari uang, bukan? uang ini betul - betul bisa membuat manusia menjadi gila, kurasa. bahkan, uang juga bisa menghilangkan mimpi - mimpi sebagian kecil manusia yang ada di bumi ini.

salah satu yang kubenci dari uang adalah, ia seakan bisa mengendalikan hidupku. ya, banyak mungkin yang berpendapat sama, uang bisa menjadi bos dalam hidup seseorang. uang bisa merenggut hobiku untuk jalan - jalan. tanpa punya uang, aku tidak bisa melakukan hobiku itu kecuali kalau aku mendapatkan rejeki jalan - jalan gratis, namun tetap saja untuk printilan - printilan lainnya, aku perlu uang.

seperti saat ini, aku bingung dan memerlukan tempat baru untuk refreshing namun, aku tidak memegang uang, otomatis aku tidak bisa berangkat ke tempat tujuanku. sekali lagi, ini karena uang. apa sih uang ini sebenarnya? mengapa ia sangat berpengaruh bagi hidup dan kebebasan manusia? pasti ia sedang tertawa - tawa saat ini karena menjadi bagian penting dalam kehidupan makhluk hidup dan bisa menyusahkan sebagian manusia yang sedang krisis ekonominya. 

aku membenci uang, namun uang juga sangat aku butuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar