waktu mempertemukan kami dan waktu juga yang mungkin akan memisahkan kami. aku mencoba menelaah apa yang terjadi pada hubungan ini. aku mencoba berusaha menjadi yang terbaik dalam hubungan ini walaupun tidak sempurna pada ujungnya. aku hanya mencoba untuk tidak mengecewakan keadaan yang sudah berada dalam sebuah lingkar hitam kekecewaan.
tampak seperti aku mengeluhkan keadaan yang itu - itu saja. ya, aku memang mengeluh, aku marah dan aku merasa kesal sekali walau seharusnya aku tidak boleh begitu. namun, bukankah manusia diciptakan dengan segala peran emosi dan perasaan? apakah sebuah kesalahan ketika aku merasakan dan emosiku bermain di dalamnya? sepertinya klasik untuk sebuah kalimat "ya, namanya juga manusia". tidak, aku tidak akan mengucapkan kalimat klasik itu.
lalu, apa yang terjadi ketika emosi itu mengambil peran dalam hubungan ini? ya, aku memaki, aku marah dan aku menangis pada akhirnya. bagaimana? tidak mungkin aku tidak menangis ketika sebuah ucapan dapat menyayat sebuah perasaan.aku mencoba untuk menutup pintu air mata itu keluar namun tidak bisa, dorongan air mata itu lebih kuat untuk menerobos bendungan yang sudah kubuat. menangis namun tidak dapat aku berteriak seperti di film - film drama romantis yang biasa diputar di televisi. aku hanya menenggelamkan wajahku dalam air mata yang terus mengalir hingga akhirnya berhenti dengan sendirinya.
aku hanya memerlukan waktu untuk kita berdua saling berbagi dan keluar dari sebuah petak yang seakan menyempitkan ruangku untuk bernafas. apakah tidak bisa pergi sejenak dan berbagi di luar sana? tidak jauh kok, mungkin hanya beberapa kilometer dan beberapa jam saja kita keluar. tapi ternyata keinginanku itu berat untukmu. ya, mungkin terlalu berat karena ternyata tidak ada aku di matamu.
kamu melontarkan sebuah pernyataan yang cukup membuatku membuka mata dan tersadar akan arti hadirku selama ini. aku tidak cukup menggetarkan hatimu untuk menoleh ke arahku dan mengakui keberadaanku. sebuah pernyataan yang membuatku seperti berada dalam kisah drama yang memiliki alur sedih di tengahnya lalu melarikan diri dan BAMM ternyata pernyataan itu palsu. sebenarnya itu harapanku, pernyataan itu palsu, namun nampaknya kali ini aku harus membuyarkan khayalanku akan sebuah film drama. ya, ini realita sebuah perasaan dan pengakuan dari seorang pria yang berada dekat namun seakan jauh.
ketika aku membaca ulang pernyataan itu, ada seperti tusukan yang menggores di dadaku. ini sungguh terjadi, aku merasakan itu. aku sungguh tidak tahu apa yang harus aku lakukan berikutnya? ketika aku ingin melarikan diri, aku tidak bisa, masih ada tanggung jawab yang harus kuselesaikan. aku hanya ingin semua kembali normal tapi pernyataan itu seperti membuatku skakmat pada suatu keadaan yang tidak bisa kurubah. ya aku seperti pion catur yang siap untuk ditendang keluar dari kerajaannya.
yang ada di benakku hanyalah apa arti selama ini? seperti mendapatkan sebuah lemparan granat dan BUUMM hancur semuanya. hancur semua mimpi yang tengah kurangkai untuk masa depan "kami".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar