13/11/14

Rumah Tujuanku Pulang

kita sudah memasuki musim penghujan. rintikan air hujan sudah menyuburkan lagi tanah kering. segala hawa panas sedikit demi sedikit sudah mulai terangkat tergantikan oleh dingin dan kelabunya langit. biarlah untuk kali ini matahari beristirahat sejenak untuk kembali lagi dengan aktifitasnya beberapa bulan ke depan.

hujan, langit mendung, hawa dingin merupakan hal yang aku sukai. ditemani dengan segelas kopi dalam menyaksikan guyuran air hujan menerpa genteng-genteng bangunan dan jatuh turun melalui daun-daun pepohonan membuat kopi ini begitu bernyawa.

bukan lagi hati ini merasakan sendu sehingga hujan adalah hal yang kunikmati setiap tetesnya. tapi karena aku yakin, hujan (air) adalah sumber kehidupan. 

saat ini, aku duduk dengan menikmati segelas kopiku yang sudah hampir habis dengan iringan lagu dari band Indonesia favoritku. cuaca sehabis hujan, langit mendung masih menghiasi keindahan langit. 

"masih saja kuteringat, kata iringi kau pergi..
jadikan sore itu satu janji..
kau akan setia untukku, kembali untuk diriku..
mengingatku walau aku jauh.."
(SO7 - Tunggu Aku di Jakarta)

aku teringat akan hubungan jarak jauh yang sudah berlangsung cukup lama. lelah akan sebuah penantian, tapi mimpi dan harapan yang terlalu tinggi membuatku mengalahkan ego untuk pergi. 

cinta yang tulus hanya sebuah modal yang kumiliki untuk bisa menjalin hubungan yang indah pada waktunya. keterbatasanku yang seringkali menjadi penghalang hubungan ini seringkali menjadi sebuah kerikil dari setiap langkah yang kita lalui.

kamu yang menerimaku dengan sabar, kamu yang seringkali mengomeliku dengan tegas, kamu yang seringkali mencaci karena kesalahanku. kamu yang begitu kuat melekat dalam pikiran dan rasaku. jangan pernah pergi dari hidupku, aku terlalu larut dalam setiap rasa yang kau torehkan.

kamu, rumah yang kutuju dalam setiap langkahku.

21/07/14

Sekuat Baja Tidaklah Cukup

Menjadi kuat dan tegar memang haruslah terjadi pada setiap wanita. Wanita itu memang seharusnya memiliki mental yang kuat dan jiwa yang tegar. Aku bukan ingin membicarakan feminisme, aku hanya ingin agar semua wanita tidak terus dianggap lemah oleh sesamanya dan kaum adam.

Bukan karena pernah patah hati, bahkan sampai sekarang pun hati dan jiwa ini masih sering terluka. Aku bicara begini karena aku yang masih sering menangis hingga dadaku sungguh terasa sesak dan nafasku berat untuk kutarik. Aku hanya tidak ingin setiap wanita yang bahagia akhirnya mengalami hal menyakitkan.

Memang, menangis bukan berarti si empunya air mata itu lemah, namun terasa begitu letih ketika air mata menetes dengan luka hati yang begitu menusuk.Dan pasti akan ada uraian kata "cengeng sekali kamu." Ya, sudah bisa dipastikan dan terus berulang.

Apapun itu, sekecil apapun kesalahan itu yang bahkan bukanlah kesalahan dan hanya kesombongan ego yang tidak lepas dari manusianya, akan langsung menaikkan amarah pada yang merasa. Seberapa berdarah, seberapa berat perjuangan yang sudah dilakukan tidak akan bermakna baik bagi si pemarah.

Aku bukan ingin mengingat dan memendam luka, sungguh. Aku hanya sulit untuk tidak merasakan "sakit" yang seringkali ditorehkannya pada hati ini. Aku ingin menjadi seorang yang kuat dan tegar, walaupun kata teman-temanku, aku sudah menjadi orang yang tegar dan sabar.

Mungkin, sekuat baja tidaklah cukup untuk memiliki jiwa dan hati yang tegar. Mungkin memang aku harus menyelami laut untuk meniti spiritual di India, mendapatkan ketenangan dari dewi-dewi dan merasakan betapa berharganya diriku. Bukan terus diinjak dan terus merasa selalu ada yang kurang dari diri ini.

Jiwaku, teruslah temani aku untuk melangkahkan kaki dalam balutan luka yang sudah tertoreh di dalam tubuh ini.

dan ketika lagi nulisin rasa ini berputarlah lagu di playlist creed - don't stop dancing, diteruskan dengan coldplay - what if dan rasanya ingin mengalir lagi air mata ini.

01/07/14

Ramai Tahun Politik

Tahun 2014 adalah tahun politik bagi Indonesia, di mana setelah pemilihan umum legislatif dilanjutkan dengan pemilihan umum presiden. Dan, waow..sungguh ramai sekali tahun 2014 ini dengan berbagai argumen dari berbagai kalangan masyarakat.

Saya pun menjadi salah satu bagian karena saya merupakan bagian masyarakat Indonesia. kali ini, saya gemar sekali membaca berita-berita tentang capres kita dan tak urung berkomentar sedikit tentang capres. namun, saya berpikir, kenapa bisa seramai ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya? apakah karena tahun sebelumnya saya masih apatis dengan politik di Indonesia?

tapi, saya pikir, kali ini begitu ramai dan banyak yang berpartisipasi karena calon presiden kita hanya dua yaitu Bapak Jokowi dengan Bapak Prabowo dibarengi dengan cawapresnya yaitu Bapak Jusuf Kalla dengan Bapak Hatta Rajasa. Terlebih lagi, kedua capres itu merupakan tokoh yang namanya sudah booming sebelum mencalonkan diri. Bapak Jokowi dengan sepak terjangnya sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta serta Bapak Prabowo dengan sepak terjangnya sebagai Danjen Kopassus dalam Orde Baru.

hebatnya dalam pemilu ini bisa menggerakkan kepedulian masyarakat Indonesia tentang kemajuan bangsa dengan mengusung calonnya masing-masing. Saya salah satunya. Saya, orang yang termasuk apatis dengan politik di Indonesia, tapi saya pun terkadang penasaran dengan hal tersebut. Akhirnya, pemilu presiden saat ini, saya harus menunjukkan kepedulian saya akan kemajuan bangsa nantinya.

entah mengapa, pemilu presiden saat ini, saya merasa seperti masuk dalam orde baru. Saya seperti melihat aktivis-aktivis yang ingin menurunkan rezim orde baru yaitu terhadap salah satu calon. Seperti perjuangan reformasi yang terjadi dengan waktu dan situasi yang berbeda.

saya yakin ketika pemilihan nanti, rasa cemas dan jantung yang berdetak kencang serta resah bercampur aduk melihat siapakah yang akan memimpin kita lima tahun ke depan. saya yakin, suasana 9 Juli nanti seperti saat harap-harap cemas menanti Soeharto melalui siaran persnya menyatakan kalau ia mundur sebagai presiden.

jadi, pilihlah capres dari lubuk hatimu yang terdalam, jangan ada intervensi dan hasutan orang lain tapi yang memang benar kamu yakini. Jangan lupa, jaman sudah canggih, internet di mana-mana, gunakan smartphonemu untuk browsing hal-hal berguna terkait kedua calon. Jangan hanya mencari satu sumber tapi cari juga referensi lain. cari juga sejarah dan latar belakang kedua capres, dan hilangkan budaya judge a book by cover yang masih melekat di otak masyarakat Indonesia.

Gunakan suaramu, pilihlah yang bisa membawa perubahan untuk Indonesia..dengan memilih, kamu punya hak untuk protes akan kemajuan Indonesia :)

20/06/14

Ikhlas, Jauh Lebih Ikhlas

pernah tidak kalian merasa terkejut di saat tidak terduga? ini bukan tentang kecelakaan yang suaranya bisa bikin jantung serasa copot, ini hanya tentang sebuah pernyataan yang tidak pernah kalian sangka akan datang di hari ini.

sejujurnya, tidak terlalu kaget sih dengan pernyataannya karena memang sudah ditebak hanya waktunya saja yang bikin kaget karena begitu tiba-tiba. bukan, ini bukan tentang hubungan saya yang sedang saya jalanin sekarang. justru, hubungan kami baik - baik saja, sangat baik malah. ini hanya seputar mantan kekasih yang saat ini berteman baik dengan saya.

berteman baik walau sebenarnya masih suka menyimpan tanya dalam hati, kenapa dia tidak bisa menyukai saya tanpa terpaksa? hehehe. dan, dia menyukai teman dekat saya saat ini. ya, dia menghubungi saya dan menceritakannya dengan hal yang bikin saya terkejut juga. di luar rumahnya dengan sesuatu yang ingin diberikannya untuk si gadis.

hanya membandingkan, dulu kepada saya, tidak pernah berlaku seperti itu hahaha. namun, lagi-lagi mungkin karena memang saya dan dia adalah teman baik saat ini, tidak ada sesak, hanya tertawa saja mentertawai kebodohan di masa lalu. namun, saya ikhlas..tentu saja saya ikhlas melihatnya sudah bisa lepas dari lalunya yang begitu indah untuk dia lupakan.

semoga berhasil meraih yang memang kamu impikan, itukan doa saya dulu, mendapatkan gadis yang sejiwa denganmu :)

17/06/14

Teruntukmu, Ibu

Kemarin ini, aku sempat melihat lomba menulis di salah satu media cetak dan online ternama yang bertemakan tentang Perempuan Tangguh. Sebenarnya, aku ingin mengikutinya, namun aku lupa untuk mendaftarkan diri hehe. jadi lebih baik, aku tuliskan di sini saja.

Klasik sepertinya bahkan sudah menjadi hal yang umum jika kita menganggap Ibu adalah Perempuan Tangguh yang kita miliki bahkan kita puja. Tapi, aku justru memilih ibuku sebagai perempuan tangguh itu. Kenapa aku menjatuhkan pilihan pada Ibuku? Tidak lain tidak bukan karena aku menyaksikan perjuangannya untuk keluarga ini. Aku melihat kekuatan dan ketegaran yang dia miliki saat ini.

Ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa yang sudah pensiun akan pekerjaannya terhadap konveksi jahit. Ibuku bukanlah seorang artis ternama, seorang aktivis atau apapun yang memiliki gelar kehormatan dan mengharumkan nama negaranya di luar sana. Sekali lagi, Ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa yang memiliki empat orang anak dan seorang suami.

Wanita yang akhirnya melahirkanku sebagai anak perempuan satu-satunya ini merupakan seorang pekerja keras. Ia adalah wanita yang selalu ngomel ketika melihat rumah berantakan. Ia adalah wanita yang selalu marah kalau kami anak-anaknya hanya menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan. Ia adalah wanita yang jarang sekali keluar rumah bahkan untuk ke warung sekali pun.

Lalu kenapa? Dibalik itu semua, Ibuku sudah mengorbankan banyak hal untuk keluarga ini. Ibuku memang wanita pekerja keras, ia murni seorang ibu rumah tangga sekaligus seorang pekerja untuk mencari nafkah. Aku membanggakan dia di dalam lubuk hatiku walaupun terkadang kata-kata kasar suka terlontar dari mulutku. Namun, sungguh, aku mencintainya.

Walau pertentangan kerap terjadi menghampiri hubunganku dengannya tapi itu tidak mengurangi sayangku padanya. Aku bangga padanya, pada kekuatannya sebagai seorang wanita. Ia kuat dibalik itu ia lembut. Ia mengasihi tanpa pamrih. Keringat yang menetes di dahinya adalah hal biasa baginya. Kecantikan adalah hal paling ujung yang ia pikirkan asal kami dapat bahagia, dapat hidup dalam kecukupan.

Saat ini, saat di mana keadaan begitu menyedihkan, Ibuku adalah orang yang paling tegar menghadapinya. Aku hampir tidak melihat ibuku menangis. Bahkan, ia masih menampilkan senyum dan menyuruh kami untuk ikhlas. Kebesaran jiwanya adalah tanda ketangguhannya. Senyumnya adalah rasa sedih yang ia tutupi.

Tiada yang lebih indah di dunia ini selain memilikimu, Ibu.

-dari anak perempuanmu Gloria Safira-

05/05/14

Anganmu Hanya Dalam Kata

Bagaimana kamu bisa berkata kamu peduli kalau kenyataannya semua itu hanyalah angan?
Kamu terlalu banyak berangan tentang kepedulian.
Kamu bahkan terlalu mengumbar kepedulian dalam kata bukan dalam aksi.

Tidak, kamu mewujudkan kepedulian itu dalam aksi.
Tapi, tidak untuk orang di sampingmu.
Aku hanya sebuah bayang, tidak berwujud.
Mungkin inilah sebabnya angan itu tidak pernah terwujud.
Karena kamu lupa kalau ada bayang yang selalu mengikutimu.

18/03/14

Di Seberang Da Vinci

Aku berkelana menaiki kereta dan turunlah diriku di Stasiun Sudirman, sebuah stasiun yang kalau kata salah satu petugas PT KAI adalah stasiun yang paling bersih dan paling nyaman.

Aku ada satu tugas kantor yang menuntunku untuk menuju ke Intilland Tower maka itu aku harus turun di Sudirman ini. Saat aku menaiki Kopaja dengan nomor 19, aku memandang keluar jendela mencari di mana Intilland Tower itu berada.

Mataku memandang dan mencari gedung raksasa dengan tulisan sebuah nama yang baru kudengar dan masih terasa asing. Saat mata ini dengan liarnya bergerak-gerak, aku melihat sebuah gedung dengan interior indah yang bernama Da Vinci. Bukan patung dan namanya yang membuatku tertegun, tapi kenangan kala itu yang membuatku memutar kembali waktu yang tidak pernah kuduga.

Kala itu, aku harus melakukan sebuah liputan yang disuruh oleh media tempatku Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Aku dengan senior kantorku meliput sebuah partai yang diikuti oleh pemilik group media ini di hotel berbintang yang sedang melakukan rapat partai. Waktu itu, acaranya sampai malam. Dan, saat itu aku sedang dekat dengan seorang lelaki dan berprofesi sebagai wartawan juga.

Aku tidak tahu nama daerahnya dan aku baru pertama kali berada di daerah tersebut sehingga membuatku bingung ketika dia menjemputku. Telepon genggamku pun low dan pesan singkat terakhirnya saat itu "Gue di seberang Da Vinci ya, di samping jembatan busway". 

Aku panik karena hp ku mati dan tidak tahu apa itu Da Vinci. Ketika sudah keluar gedung tempat pertemuan kader partai, langit sudah gelap namun jalan raya ramai dengan lalu lalang kendaraan. Aku melihat jembatan busway dan aku berjalan dengan harap-harap cemas "semoga tidak salah."

Aku tersenyum dan jantungku berdegup kencang karena jalan dengan langkah cepat dan melihat dia sedang duduk di atas motor, menungguku. Bertemulah aku dengannya, dengan tersenyum dan berkata maaf akhirnya aku menanyakan keberadaan Da Vinci. Dan dia menjawab," itu dia Da Vinci (sambil menunjuk)."

Aku melihat gedung itu dan kagum karena begitu indah dengan ukiran-ukiran patung di gedungnya. Sungguh cerdas yang membuat gedung ini. Dan, tadi siang adalah kali kedua aku melihat gedung ini lagi setelah setahun lebih berlalu.

Terimakasih gedung Da Vinci, kau membuatku memiliki kenangan dengan melihat interior gedungmu :)

09/03/14

Penggembala Yang Terkungkung

Happy weekend, menikmati Hari Minggu dengan tenang..
Saat ini yang sedang kulakukan adalah membenamkan diriku dalam sebuah novel pinjaman. Sang Alkemis, sebuah novel tentang bocah gembala yang memilih untuk berkelana dalam hidupnya ketimbang menjadi seorang Pastur.

Aku coba membandingkan dengan diriku. Sebenarnya, itulah yang ingin aku lakukan dalam hidupku, berkelana, merasakan ke sana - ke sini, menikmati berbagai pengalaman baru dengan sensasi yang berbeda-beda. Namun, sampai saat ini, aku masih terkungkung oleh rasa takut.

Takutku sering datang ketika aku ingin bersikap dalam mengambil sebuah pilihan. Ketika semua yang dilakukan pastilah ada resikonya, saat itulah nyaliku ciut. Banyak sekali hal yang ingin kulakukan dan belum tersalurkan dengan bijak.

Aku takut diriku habis dimakan waktu dan rasa menyesal yang begitu dalam. Keinginanku, aku takut tidak tersalurkan sampai akhirnya aku hanya menjadi sebuah raga yang habis digerogoti hingga menjadi tulang belulang dalam sebuah ruang sempit. Aku ingin keluar dalam tempurungku, keluar merasakan lagi kebebasan yang lama terenggut.

Apakah Tuhan mau menungguku hingga semua keinginanku terwujud?

22/02/14

Bunga Yang Bersinar, Bunga Matahari

halooo blog..
entah kenapa di hari ini yang hujannya terus mengguyur, aku ingat akan bunga matahari..ya, salah satu bunga yang seringkali aku gambar ketika aku kecil. sebenernya sih, karena emang gak bisa gambar bunga lain hahaha.

bunga matahari, memang bunga yang paling aku suka diantara bunga yang lain..walaupun ada bunga bougenville juga yang menarik perhatianku. oke, fokus, aku hanya ingin membicarakan bunga matahari saja. dingin hari ini, namun membayangkan bunga matahari seperti memberiku sugesti kalau di kamarku hangat dengan kehadiran sinaran mentari.


bunga yang merupakan bunga resmi negara bagian Kansas ini dulunya dibudidayakan oleh orang-orang Indian Amerika Utara hingga akhirnya tersebar ke Amerika Selatan dan menjadi salah satu sumber pangan bagi warga Inka. dulu, biji bunga matahari digunakan untuk campuran roti atau diolah sebagai pengganti kopi serta cokelat.

aku suka bunga matahari karena warnanya yang cerah dan dia sangat setia kepada sang mentari. kuningnya yang indah menurutku sangat sepadan dengan warna rumput hijau..cocok seperti pasangan yang saling melengkapi dengan warnanya masing-masing. bunga matahari tumbuh besar dan gagah, seperti penguasa di antara para bunga hehe.

18/02/14

keledai

halo blog, apa kabar? lama ngga coret-coret dinding lu..
hhmm..so blue..
sebenernya, ngga ngerti juga apa yang gue harapin. seperti berharap pada hal yang abu-abu. sebenernya sih gampang, gue berharap sama hal yang berupa keadilan. tapi, sayangnya nggak mungkin juga gue dapetin keadilan yang pantas. karena sesungguhnya, ngga ada manusia yang bener-bener adil di dunia ini.

apa ya? bingung juga sebenernya kalau memang masih berharap pada hal itu..tapi ya gue emang gitu, ngarepin segala sesuatu sampe akhirnya gue yang bener-bener kecewa sendiri hahaha. keledai sih emang. ya keledai!!!