18/03/14

Di Seberang Da Vinci

Aku berkelana menaiki kereta dan turunlah diriku di Stasiun Sudirman, sebuah stasiun yang kalau kata salah satu petugas PT KAI adalah stasiun yang paling bersih dan paling nyaman.

Aku ada satu tugas kantor yang menuntunku untuk menuju ke Intilland Tower maka itu aku harus turun di Sudirman ini. Saat aku menaiki Kopaja dengan nomor 19, aku memandang keluar jendela mencari di mana Intilland Tower itu berada.

Mataku memandang dan mencari gedung raksasa dengan tulisan sebuah nama yang baru kudengar dan masih terasa asing. Saat mata ini dengan liarnya bergerak-gerak, aku melihat sebuah gedung dengan interior indah yang bernama Da Vinci. Bukan patung dan namanya yang membuatku tertegun, tapi kenangan kala itu yang membuatku memutar kembali waktu yang tidak pernah kuduga.

Kala itu, aku harus melakukan sebuah liputan yang disuruh oleh media tempatku Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Aku dengan senior kantorku meliput sebuah partai yang diikuti oleh pemilik group media ini di hotel berbintang yang sedang melakukan rapat partai. Waktu itu, acaranya sampai malam. Dan, saat itu aku sedang dekat dengan seorang lelaki dan berprofesi sebagai wartawan juga.

Aku tidak tahu nama daerahnya dan aku baru pertama kali berada di daerah tersebut sehingga membuatku bingung ketika dia menjemputku. Telepon genggamku pun low dan pesan singkat terakhirnya saat itu "Gue di seberang Da Vinci ya, di samping jembatan busway". 

Aku panik karena hp ku mati dan tidak tahu apa itu Da Vinci. Ketika sudah keluar gedung tempat pertemuan kader partai, langit sudah gelap namun jalan raya ramai dengan lalu lalang kendaraan. Aku melihat jembatan busway dan aku berjalan dengan harap-harap cemas "semoga tidak salah."

Aku tersenyum dan jantungku berdegup kencang karena jalan dengan langkah cepat dan melihat dia sedang duduk di atas motor, menungguku. Bertemulah aku dengannya, dengan tersenyum dan berkata maaf akhirnya aku menanyakan keberadaan Da Vinci. Dan dia menjawab," itu dia Da Vinci (sambil menunjuk)."

Aku melihat gedung itu dan kagum karena begitu indah dengan ukiran-ukiran patung di gedungnya. Sungguh cerdas yang membuat gedung ini. Dan, tadi siang adalah kali kedua aku melihat gedung ini lagi setelah setahun lebih berlalu.

Terimakasih gedung Da Vinci, kau membuatku memiliki kenangan dengan melihat interior gedungmu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar